Lawang Sewu, Ikon Kota Semarang Dengan Sejarah Kelam

Artikel ini terakhir di perbaharui April 11, 2021 by Yoko Widito
Lawang Sewu, Ikon Kota Semarang Dengan Sejarah Kelam

Lawang Sewu adalah sebuah bangunan tua yang terletak di Kota Semarang, Ibukota Provinsi Jawa Tengah. Dalam bahasa indonesia Lawang Sewu memiliki arti 1000 pintu.

Nama tersebut mengacu pada fisik bangunan itu sendiri. Bangunan bersejarah ini memiliki banyak pintu dan juga jendela-jendela besar. Ukuran jendelanya sangat besar dan hampir sama lebar dan tingginya dengan pintunya. Hal ini membuat secara keseluruhan, kusen memiliki lebih banyak pintu tanpa jendela.

Jendela ukuran besar sering ditemukan pada bangunan Belanda di Indonesia. Banyak bangunan, rumah, atau struktur lain yang dibuat oleh mereka memiliki jendela dengan ukuran yang serupa. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi iklim lembab dan panas di Indonesia. Jendela yang lebih besar berarti lebih banyak masuknya udara dan ini membuat udara di dalam bangunan menjadi lebih dingin.

Pembangunan gedung kuno ini dimulai pada tahun 1904 dan selesai 3 tahun kemudian, pada tahun 1907. Kemudian digunakan sebagai kantor Nederlands (ch) -Indische Spoorweg Maatschappij (NIS / NISM) atau Perusahaan Kereta Api Hindia Belanda. NISM sendiri adalah salah satu perusahaan kereta api Belanda yang beroperasi di Indonesia pada saat itu.

lawang sewu

Selama Perang Kemerdekaan Indonesia, beberapa kali tempat itu menjadi medan pertempuran antara pasukan Belanda atau Jepang melawan pejuang kemerdekaan Indonesia. Konon juga pasukan Belanda dan Jepang menggunakan gedung itu sebagai tawanan para pejuang Indonesia yang ditangkap. Ada penjara bawah tanah di dalam struktur.

Beberapa renovasi telah dilakukan pada struktur tersebut tetapi intinya tetap dipertahankan. Oleh karena itu, tampilan Lawang Sewu tidak jauh berbeda dengan tampilannya di masa lalu.

Ada cerita yang beredar di Semarang tentang betapa mengerikannya bangunan itu. Hal itu terkait dengan fakta bahwa Lawang Sewu pernah dijadikan penjara dan tempat penyiksaan para pejuang Indonesia yang ditangkap. Disebutkan juga bahwa di dalamnya terdapat lokasi yang digunakan untuk pembantaian orang Indonesia pada masa perang.

Cerita yang bisa didengar mulai dari suara orang yang disiksa atau dibantai hingga penampakan hantu. Meski beberapa cerita horor masih terdengar saat kita mengunjungi Lawang Sewu, namun keadaan sudah tidak menakutkan lagi. Renovasi yang dilakukan telah menghapus kesan menakutkan dari tempat ini.

Kini, Lawang Sewu telah ditetapkan sebagai ikon Kota Semarang dan banyak pengunjung yang mengunjungi gedung tua ini setiap tahun. Bangunan ini juga masuk dalam daftar 102 warisan Semarang yang dilindungi dan harus dilestarikan.

Salah satu tempat yang sayang untuk dilewatkan selama berada di Semarang.

Yoko Widito
Seorang suami, ayah sekaligus petualang yang menghabiskan karir di berbagai media online nasional sebagai penulis yang menguasai berbagai macam niche dan menjadi superhero di dunia digital media.