Wisata Petik Apel Malang: Tiket Masuk, hingga Sejarah

Artikel ini terakhir di perbaharui December 22, 2020 by Rinaldi Syahran
Wisata Petik Apel Malang: Tiket Masuk, hingga Sejarah

Selama ini Malang selalu identik dengan buah apel, karena melimpahnya hasil perkebunan buah apel di kota tersebut, sehingga Malang mendapat julukan kota Apel yang bahkan memiliki banyak tempat wisata petik buah apel. Namun tahukah Anda ada sejarah panjang di balik julukan tersebut?

Kalau Anda pernah ke kota Malang pasti setuju bahwa kota tersebut memang cocok mendapat julukan kota apel, karena melimpahnya hasil pertanian apel di sana. Nah, dalam artikel berikut kita akan bahas lebih dalam tentang buah apel dan jenisnya serta sejarahnya, silahkan simak artikel di bawah ini.

Sejarah Apel Malang

Sejarah Apel Malang

Sejarah kota Apel Malang berawal dari pengembangan buah apel oleh seorang warga negara Belanda bernama Gratel, pada tahun 1929 di daerah Batu.

Padahal waktu itu Gratel tengah mengembangkan tanaman jeruk keprok di Batu, sayangnya banyak jeruk yang diserang penyakit, sehingga para petani mengalami kerugian yang cukup besar. Tetapi pada waktu yang bersamaan, ternyata diketahui banyak tanaman apel yang tumbuh liar di daerah Batu. Hal itu berkaitan dengan udara yang sejuk dan kontur tanah yang subur.

Pada akhirnya, orang Belanda yang bernama Gratel tersebut mulai beralih untuk mengembangkan pertanian apel di Batu, hingga pada akhirnya bisa memonopoli bangsa-bangsa eropa dengan komoditas apel Batu – Malang.

Jenis Apel yang Ditawarkan

Di tempat wisata petik apel yang sangat terkenal di Kota Malang ada banyak sekali varian buah apel yang bisa dipetik dan dinikmati. Berbagai varian apel dibudidayakan di sana, di antaranya adalah :

Rome Beauty

apel Rome Beauty

Rome Beauty adalah apel masak Amerika yang populer, yang mempertahankan bentuknya saat dimasak. Apel Ini juga bisa dimakan segar, tetapi rasanya tidak ada yang istimewa, lebih enak jika dimasak.

Dari segi tampilan Apel Rome Beauty mempunyai warna kulit buah hijau dengan semburan berwarna merah. Memiliki rasa yang sedikit masam. Bentuk buah apel jenis ini mirip jenis buah Manalagi yang agak bulat, hanya jenis ini mempunyai lekukan di sisi ujung yang relatif dalam.

Untuk tekstur buahnya, Rome Beauty memiliki daging buah yang agak keras namun terasa renyah apabila apel ini matang di pohon. Dengan rasanya yang sangat tajam, jenis apel satu ini sering dipakai untuk bahan pembuatan sari apel. Untuk pembudi dayaannya Apel ini bisa ditanam di daerah yang tidak mengalami musim dingin.

Meskipun bukan apel terhebat dalam hal rasa, Rome Beauty dihormati oleh para petani apel. Ini adalah apel yang menarik dengan penampilan bersih yang bagus, meski sedikit rentan terhadap penyakit.

Manalagi

apel Manalagi

Jenis apel Manalagi memiliki nama latin yaitu Malus Sylvestris atau di Indonesia lebih dikenal dengan apel Malang atau apel Batu. Apel jenis ini cukup terkenal di dalam negeri dan Anda bisa menemukan apel jenis ini ketika mengunjungi tempat wisata petik apel yang berada di kota Malang.

Buah apel Manalagi adalah varian buah apel liar dari genus Malus. Karena tumbuhnya liar di hutan sehingga mudah ditemukan, selain itu apel Manalagi memiliki julukan ilmiah yaitu apel Hutan. Ciri khas Apel ini adalah tumbuh secara liar di hutan dengan ketinggian atau iklim tertentu, selain itu terdapat duri yang lumayan tajam pada batang pohonnya.

Selain itu ciri khas dari buah Apel Manalagi adalah memiliki mahkota bunga yang cukup lebar dan sering kali lebih terlihat seperti tumbuhan seperti semak dibanding pohon.

Kelebihan lainnya apel Manalagi bisa hidup cukup lama yaitu 80 sampai 100 tahun dan dapat tumbuh setinggi 10 m dengan diameter batang 23–45 cm. Bahkan bunganya memiliki organ kelamin yang disebut hermafrodit dan sering diserbuki oleh serangga.

Anna

apel Anna

Apel yang diberi nama Anna ini adalah apel gaya Golden Delicious, telah dikembangkan di Israel khusus untuk ditanam di daerah “dingin” di mana suhu musim dingin jarang sekali turun hingga sampai membeku. Sebagian besar varietas apel membutuhkan sekitar 800 jam atau lebih suhu musim dingin dalam kisaran dari sekitar 6C / 45F hingga beku, agar tidak aktif dengan baik, yang merupakan bagian penting dari siklus tahunan mereka.

Apel Anna memiliki persyaratan suhu dingin yang sangat rendah, dan akan berkembang bahkan di iklim di mana suhu turun ke titik beku hanya selama 300 jam atau lebih setiap musim dingin.

Ini membuatnya cocok untuk iklim seperti California selatan dan Texas selatan yang berada di zona USDA 8-10.

Anna kemungkinan akan berbunga pada bulan Februari di zona 9 atau lebih. Ini sering dipasangkan dengan Dorsett Golden, varietas apel dingin lainnya, namun kemudian Dorsett Golden berbunga, dan waktu berbunga tidak sampai tumpang tindih. Jika Anda penasaran dengan varian apel ini tidak perlu jauh-jauh ke Israel, Anda bisa menemukannya di tempat wisata petik apel Malang.

Granny Smith

apel Granny Smith

Apel Granny Smith ini cukup populer, variannya berasal dari Australia yang ditemukan oleh Maria Smith pada tahun 1860 an. Apel ini yang paling mudah dikenali dari semua varietas apel dan salah satu yang paling dikenal luas, Granny Smith juga merupakan salah satu ekspor Australia yang paling terkenal.

Uniknya penemuan bibit apel yang tumbuh liar ini sebagai bibit yang tumbuh di sisa-sisa ujung sampah. Bahkan Apel ini juga tergolong serbaguna, bisa untuk memasak atau dimakan langsung. Granny Smith adalah salah satu varietas makanan pokok asli, dan salah satu varietas internasional pertama. Ciri apel ini adalah berkulit lumayan keras serta kualitas perawatan yang luar biasa, sehingga membuatnya dengan mudah dikirim ke seluruh dunia.

Tidak hanya itu, Green Smith merupakan jenis apel yang sangat cocok untuk dijadikan jus apel serta salad, karena kandungan air yang banyak dan rasanya yang asam.

Green Smith adalah jenis apel yang memiliki warna kulit hijau, bahkan ada yang memiliki bintik–bintik putih di kulitnya. Sayangnya, jenis apel ini keberadaannya sangat sulit untuk ditemukan.

Granny Smiths tumbuh di ketinggian yang relatif tinggi di Prancis tengah meskipun demikian, pangsa pasar internasionalnya sedang menurun, dan supermarket lebih memilih untuk menjual varietas dua warna dengan rasa yang lebih manis seperti yang ditanam di daerah wisata petik apel Malang ini.

Wanglin

apel Wanglin

Apel jenis Wanglin ini adalah apel hasil persilangan Apel Manalagi dan buah Pir, sehingga memiliki cita rasa yang segar, enak dan manis mirip buah pir. Selain itu Apel Wanglin berkadar air lebih banyak sehingga sering diserbu pembeli dibandingkan Apel lainnya.

Jika Anda sering berkunjung ke Batu, Malang Anda pasti akan sering menemukan apel jenis ini, bentuknya mirip Apel Princess Noble sementara warna kulit buahnya mirip Apel Granny Smith. Rasa daging buahnya terasa empuk dan renyah, jika sudah tua akan berwarna putih dan rasa kurang manis serta aroma kurang tajam.

Namun, warna daging buah ini akan mengalami perubahan warna menjadi krem dan rasanya menjadi manis segar dengan aroma tajam setelah diperam selama 2-3 minggu.

Sayangnya tanaman Apel ini hanya dapat tumbuh dan berbuah di daerah dataran tinggi dengan ketinggian antara 700-2.000 mdpl yang iklimnya kering. Tetapi sebaliknya jika di daerah yang beriklim basah, tanaman ini akan mengalami kendala dalam pertumbuhannya dan rasa buah kurang manis. Selain itu kendala utama adalah penyakit daun (embun upas).

Nah, jika Anda ingin membudidayakan tanaman ini sebaiknya ditanam di tempat terbuka seperti di tempat wisata petik apel Malang.

Tempat Wisata Petik Apel Malang

Tempat wisata yang menarik wisatawan, karena wisata petik apel di Malang ini adalah wisata alam terbuka serta fasilitas memetik buah apel langsung dari pohonnya, terdapat beberapa tempat wisata petik apel di Malang di antaranya adalah :

Kusuma Argowisata

Kusuma Argowisata

Daerah wisata Kusuma Argowisata ternyata tidak hanya menyediakan wisata petik apel tetapi juga menyediakan buah strawberry.

Kalau Anda berencana datang bersama rombongan, sebaiknya pilih paket wisata yang yang sudah disediakan oleh pihak wisata yaitu paket agro edukasi dan paket study tour yang pesertanya minimal terdiri dari 30 orang.

Seorang Guide akan menemani Anda ketika berkunjung ke tempat wisata petik apel ini dan menemani rombongan wisata untuk mengelilingi rute perkebunan apel. Tidak hanya bisa menikmati pemandangan sekitar area kebun apel yang sejuk dan indah, di sana Anda juga bisa menikmati berbagai keuntungan yang ditawarkan seperti memetik apel, strawberry dan jambu biji serta mendapatkan bonus 1 porsi Pancake Strawberry Ice Cream dan 1 botol Yoghurt buah produksi Kusuma Agro sendiri. Di lokasi wisata Anda juga bisa menikmati arena wisata air di Kusuma Waterpark serta tempat penginapan.

Wisata Petik Apel Agro Rakyat

Wisata Petik Apel Agro Rakyat

Seperti kita ketahui bahwa Kota Batu merupakan sebuah kota yang ada di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota Batu ini berjarak 90 km dan berada di sebelah barat daya Surabaya atau berjarak 15 km jika dihitung dari sebelah barat Laut Malang.

Di Batu, Malang, Anda bisa berlibur sambil memetik apel langsung dari pohonnya. Tidak hanya satu tempat tetapi ada banyak pilihan tempat wisata petik apel yang bisa Anda kunjungi di kota Malang. Salah satunya adalah Wisata Petik Apel Agro Rakyat.

Seperti telah diketahui bahwa beberapa jenis apel yang ditanam di Kota Malang dan di wilayah Batu terdiri atas 5 jenis apel, yakni apel Rome Beauty, apel Wanglin, apel Manalagi, apel Anna, dan apel Granny Smith. Tiap jenis apel tersebut punya rasa dan juga tekstur daging buah yang berbeda dengan citarasa yang unik. Semuanya ada di Wisata Petik Apel Agro Rakyat.

Menariknya berwisata petik apel ini, Anda bisa makan apel sepuasnya di tempat dan hanya boleh memetik apel sesuai area yang telah ditentukan oleh petugas.

Wisata Petik Apel Mandiri

Wisata Petik Apel Mandiri

Tempat wisata ini merupakan tempat wisata petik apel yang paling ramai dikunjungi oleh para wisatawan. Di sini Anda akan menemukan berbagai jenis apel yang sudah terjamin rasanya, manis dan segar.

Meskipun kebun wisata petik apel ini lokasinya tidak terlalu luas, namun lokasinya penuh dengan aneka jenis tanaman apel yang bisa Anda pilih sesukanya.

Uniknya lagi di tempat wisata ini Anda tidak akan dibatasi berapa buah apel yang harus dipetik, namun dipersilahkan mencicipi sepuasnya. Tidak hanya memetik apel, di tempat wisata ini, Anda bisa membeli oleh-oleh khas Malang berupa produk olahan apel.

Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA)

Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi (KTMA)

Daerah wisata petik apel Malang lainnya yang bisa Anda kunjungi adalah Agro Wisata Petik Apel Kelompok Tani Makmur Abadi atau KTMA. Daerah wisata ini bisa Anda kunjungi kapan saja karena tidak memiliki musim khusus, di sana dikhususkan untuk menjaga ketersediaan buah apel bagi para pengunjung.

Jika Anda berkunjung ke tempat wisata petik apel Malang ini, tentu akan makin berkesan dengan Fasilitas lengkap yang tersedia yaitu mushollah, kamar mandi, dan Gazebo. Didukung suasana yang nyaman dan udara yang segar serta fasilitas yang lengkap, di sana Anda bisa beristirahat sambil menikmati suasana dinginnya Kota Malang.

Petik Apel Green Garden

Petik Apel Green Garden

Inilah alternatif lain untuk wisata petik apel di kota Batu, Malang. Mirip dengan kebun apel yang tersedia di sana, para pengunjung bebas makan apel sepuasnya dan hanya membayar apel yang mereka bawa pulang dengan harga sekitar Rp 25.000 per kilogramnya. Selain itu di tempat wisata petik apel Malang, ini Anda bisa mendapatkan diskon jika datang dengan rombongan besar.

Kebun Buah Apel Pujon

Kebun Buah Apel Pujon

Berikutnya adalah Kebun Buah Apel Pujon, yang lokasinya berada di sebelah barat Kota Batu, Malang. Kebun buah Madiredo ini menjadi lokasi wisata petik apel Malang yang sangat terkenal di kawasan Pujon.

Kebun Buah Apel Bumiaji

Kebun Buah Apel Bumiaji

Kebun Buah Apel Bumiaji berada di kecamatan Bumiaji, daerah potensi wisata yang paling banyak dikunjungi oleh para wisatawan, serta letaknya berada di kawasan pemerintahan yaitu mulai dari wilayah Sidomulyo, Punten, Selecta, Banaran, Gunung sari, Punten, dan yang lainnya.

Di antara beberapa tempat wisata petik apel Malang, lokasi yang paling sering didatangi wisatawan yaitu kebun buah apel Selecta, yang lokasinya dekat dengan lokasi wisata Taman Bunga Selecta.

Potensi Keindahan

Potensi Keindahan

Malang adalah kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur, memiliki suhu udara lebih rendah jika dibandingkan dengan beberapa kota lain di wilayah Jawa Timur.

Selain memiliki obyek wisata sejarah dan edukasi, daerah ini juga menawarkan pesona keindahan wisata alam karena kota Batu sendiri terletak di dataran tinggi yang memiliki udara sejuk dan dingin.

Selain diselimuti suhunya yang dingin, tempat wisata petik apel Malang dihiasi dengan tanaman Apel yang tumbuh subur. Sungguh pesona wisata yang bisa membuat Anda betah berlama-lama berada di sana.

Rute ke Lokasi

Rute ke Lokasi

Jika Anda berencana berkunjung ke tempat wisata petik apel Malang, inilah rute yang bisa Anda capai dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum, yaitu :

Menuju Stasiun terdekat bisa melalui :

  1. Jalan Raya Pandanrejo, 3 dengan jarak 473 meter dari lokasi wisata, atau berjalan selama 7 menit.
  2. Jalan Raya Sidomulyo, 49-51 dengan jarak 541 meter dari lokasi wisata, atau berjalan selama 7 menit.
  3. Jalan Hasannudin 32 dengan jarak 711 meter dari lokasi wisata, atau berjalan selama 10 menit.
  4. Jalan Brantas, 64 dengan jarak 717 meter dari lokasi wisata, atau berjalan selama 10 menit.

Sementara untuk jalur bis terdekat Anda bisa menggunakan bus dengan jurusan Selecta.

Tiket Masuk (Harga)

Tiket Masuk Wisata Petik Apel (Harga)

Siapapun pasti mengenal kota Batu, daerah sejuk yang berada di Provinsi Jawa Timur, selain itu kota Batu juga dekat sekali dengan kabupaten Malang. Tepatnya hanya berjarak sekitar 15 km di sebelah barat.

Selain tempat wisata petik apel, di sini banyak sekali objek wisata menarik yang bisa kita datangi. Untuk tiket masuknya di tempat wisata petik apel Malang tersebut cukup terjangkau.

Untuk harga tiket masuk, wisatawan akan dikenakan biaya dengan besaran Rp 25.000 per orang. Apabila Anda berkeinginan untuk membawa pulang apel, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 12.000 per kg. Lokasinya berada di Jalan Raya Sidomulyo, Sidomulyo, Kecamatan Batu.

Jam Operasional

Jam Operasional Wisata Petik Apel

Sebelum berangkat ke objek wisata petik apel Malang, pastikan terlebih dahulu memperhatikan jam operasional di sana, agar tidak datang terlalu pagi atau kemalaman, apalagi jika Anda berasal dari luar kota.

Untuk Jam Operasional Kebun Apel Malang buka setiap harinya (Senin – Minggu) mulai dari pukul 07.00 – 17.00 WIB, atau pengunjung dapat mengunjungi mulai pagi pukul 7 hingga pukul 6 petang.

Fasilitas

Fasilitas wisata petik apel

Tempat wisata petik apel Malang ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti Mushola, lahan parkir yang luas serta penginapan, sehingga Anda dan keluarga akan nyaman berwisata di sana.

Lokasinya yang strategis serta dikelilingi pemandangan yang indah membuat lokasi wisata ini sangat nyaman dan mengesankan, sehingga lelah Anda akan terobati setelah seharian memetik apel langsung di kebunnya.

Tips

Tips Wisata Petik Apel

Ketika Anda tengah berwisata di tempat wisata petik apel Malang, diharapkan agar memperhatikan beberapa tips berikut ini yaitu :

  1. Menggunakan kendaraan pribadi
  2. Pakai alas kaki dan pakaian yang nyaman.
  3. Usahakan membawa bekal dari rumah agar lebih hemat.
  4. Selalu lindungi kulit dengan sunblock
  5. Pastikan kamera dan ponsel dengan kondisi baterai yang full
  6. Jangan lupa membawa power bank
  7. Jangan membuang sampah sembarangan
  8. Dilarang merusak pohon atau properti yang ada di sana

Terakhir adalah selalu patuhi segala peraturan yang berlaku di lokasi wisata petik apel Malang, agar Anda dan keluarga nyaman bersantai dan berwisata di sana, selamat berlibur ya! Jangan lupa juga baca artikel objek rekreasi perihal wisata alam lainnya seperti tempat wisata Pangkal Pinang recommended.

Melia Kusumawati
Content Writer berpengalaman yang telah membuat konten di berbagai macam media online di Indonesia.