Raja Ampat: Sejarah, Pesona Keindahan Alam dan Pantai

Artikel ini terakhir di perbaharui November 27, 2021 by Jesslyn Adelia
Raja Ampat: Sejarah, Pesona Keindahan Alam dan Pantai

Suasana yang jauh dari bisingnya laju kendaraan disekitar gedung-gedung pencakar langit yang menghalangi pandangan, serta beton-beton yang sibuk dan padat, serta kemacetan lalu lintas, papan reklame yang berkedip-kedip, suara-suara yang mengganggu dan tidak akan berhenti selama 24 jam nonstop. Itulah Raja Ampat yang seolah tanpa istirahat, sangat kontras dengan kenyamanan dan kesejukan alam bagaikan surga yang terletak di sebuah Kabupaten kepulauan di Provinsi Papua Barat.

Raja Ampat menyimpan potensi keindahan wisata alam & pantai yang luar biasa. Lokasi ini selalu menjadi destinasi wisatawan saat musim liburan tiba.

Keindahan Raja Ampat

Keindahan Raja Ampat

Pesona pulau wisata Raja Ampat memang tidak bisa diragukan lagi, merupakan wisata impian para wisatawan lokal maupun mancanegara. Pulau yang dimiliki Indonesia ini merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua.

Sudah bukan rahasia lagi jika wilayah dan destinasi timur Indonesia memiliki kekayaan dan keindahan alam yang luar biasa. Tidak salah jika salah satu tujuan wisata utama di Indonesia berada di sini. Di antara berbagai wisata di wilayah timur Indonesia, salah satu yang wajib dikunjungi ialah Raja Ampat. Objek wisata yang berlokasi di Papua Barat ini menawarkan beragam keindahan yang tidak boleh dilewatkan.

Berwisata di Raja Ampat menjadi impian bagi banyak orang. Selain menikmati keindahan alamnya, wisatawan juga dapat melakukan aktivitas lainnya seperti menyelam, berkeliling menggunakan kapal, maupun sekedar bersantai dan berfoto.

Sejarah dan Legenda Raja Ampat

Sejarah Raja Ampat

Sudah sejak lama wilayah Raja Ampat merupakan sebuah destinasi wisata di Papua yang terkenal hingga mancanegara. Masih banyak orang yang hanya mengenal destinasi wisata Sebagian orang mungkin hanya tahu keindahan alam di sana tanpa mengenal bagaimana sejarah dan mitos yang tumbuh di masyarakat Raja Ampat, Papua.

Masyarakat percaya asal usul Raja Ampat bermula dari pasangan suami istri Alyab dan Boki Deni, ketika mereka menemukan tujuh butir telur di pinggir Sungai Wawage atau Kali Raja, yang sekarang masuk wilayah Kampung Wawiyai, Distrik Tiplol Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat.

beberapa hari kemudian lima dari tujuh telur itu menetas menjadi manusia. Empat laki-laki dan dua perempuan namun satu telur lagi ternyata tidak menetas, melainkan berubah menjadi batu dan sampai sekarang batu telur ini masih tersimpan dan bisa dijumpai di Situs Kali Raja.

Selanjutnya dari sejarah tersebut beredar mitos yang dipercaya masyarakat, bahwa salah satu anak yang menetas dari telur tersebut bernama Pin Tike hamil tanpa suami. Peristiwa itu menyebabkan saudara-saudaranya malu. Karena itu, dia dihanyutkan oleh saudara-saudaranya ke laut. Pin Tike terdampar di Pulau Numfor dan bertemu dengan Manar Maker, seorang tokoh mitos masyarakat Biak -Numfor.

Kemudian Pin Tike melahirkan bayi laki-laki yang diberi nama Gurabesi atau Kurabesi. Ketika dewasa, Kurabesi kembali ke Kali Raja dan bertemu pamannya fun Giwar. Gurabesi dan anak Giwar yang bernama Mereksopen, membantu Raja Tidore berperang melawan Raja Ternate.

Sebagai hadiah kepada Kurabesi atas kemenangan melawan Ternate, dia dinikahkan dengan putri Sultan Tidore, Boki Taiba. Kurabesi dan istrinya kemudian menetap di Kali Raja, Raja Ampat sampai akhir hidupnya.

Lokasi Raja Ampat

Lokasi Raja Ampat

Kepulauan Raja Ampat merupakan rangkaian empat gugusan pulau yang berdekatan dan berlokasi di barat bagian Kepala Burung (Vogelkoop) Pulau Papua. Secara administrasi, gugusan ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat.

Kepulauan ini sekarang menjadi tujuan para penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya. Empat gugusan pulau yang menjadi anggotanya dinamakan menurut empat pulau terbesarnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta.

Pantai Menarik di Raja Ampat

Pantai Menarik di Raja Ampat

Keindahan gugusan Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat, memang tak tertandingi. Panorama khas kepulauannya sudah terkenal ke mancanegara, gak heran kalau dinobatkan sebagai salah satu wisata andalan dunia. Kilauan air bergradasi di sini bikin mata enggan berkedip.

Ngomongin wisata kepulauan, tentu tak bisa lepas dari pantai, ya kan ?. Begitu juga dengan Raja Ampat yang menyimpan keindahan pantai dan baharinya. Nah, buat kamu pencinta wisata pantai, berikut beberapa rekomendasi pantai-pantai paling menakjubkan di Raja Ampat.

Pantai Cemara

Pantai Cemara

Pantai yang terletak di Pulau Waisai ini terkenal dengan hamparan pasir putihnya yang menawan. Deburan ombaknya pun tak terlalu keras, sehingga cocok banget buat kamu yang pengin mencari ketenangan.

Wisatawan yang mampir ke Pantai Cemara biasanya memang menginap di penginapan dekat pantai. Meski tak menginap, kamu tetap boleh bermain di pantai, kok. Singgahlah hingga sore untuk melihat kilauan matahari terbenam.

Pantai Pasir Timbul

Pantai Pasir Timbul

Terletak di Pulau Mansuar membuat pantai satu ini cukup sulit dijangkau. Untuk bisa kesana Anda harus naik kapal terlebih dahulu dari Pelabuhan Waisai selama sejam seharga Rp150-200 ribu. Meski harus bersusah payah, semua terbayar melihat pemandangan pantainya yang sangat indah.

Panorama air laut dengan warna bergradasi pasti akan membuat Anda terkesima. Sebab mulai dari warna biru muda, biru toska, hingga biru tua. Belum lagi kalau saat air sedang surut, daratan pasir putihnya bakal makin halus bak tepung.

Memang patut diakui alam Raja Ampat sangat luar biasa ditambah dengan keajaiban pasir Timbul. Lokasi ini akhirnya menjelma menjadi sebuah pulau pasir, yang lokasinya berada dekat dengan Pulau Mansuar.

Seperti layaknya pulau pasir lainnya, pulau di salah satu destinasi wisata di Raja Ampat paling hits ini akan menunjukkan pasir putihnya jika air laut sedang surut. Inilah momen yang pas untuk Anda berselfie ria dan menjejakkan kaki sebelum pulau hilang disapu air laut saat pasang.

Pantai Waiwo

Pantai Waiwo

Bagi para pecinta Snorkling dan Diving, pantai yang satu ini menjadi surga yang selalu menjadi incaran. Hal itu karena ada sekitar 45 titik lokasi menyelam terbaik di sini. Semuanya indah dihiasi dengan terumbu karang dan warna-warni ikan yang menggemaskan.

Untuk harga sekali Snorkeling dan Diving yaitu sekitar Rp450-500 ribu, semua itu sudah termasuk alat menyelamnya. Suasana pantainya pun tak kalah indah. Hampir di seluruh garis pantai dipenuhi pepohonan, sehingga jadi lebih sejuk.

Pantai Waisai Torang Cinta

Pantai Waisai Torang Cinta

Pantai satu ini cukup berbeda dengan yang lainnya. Sebab, kamu tak akan menemukan hamparan pasir putih di sini. Pantai ini merupakan lahan hasil reklamasi yang dibendung secara bertingkat, sehingga cocok buat hunting foto.

Suasananya terbilang mirip Pantai Ancol di Jakarta. Banyak keluarga yang menghabiskan waktunya di sini untuk piknik. Spesialnya lagi, pantai ini aman untuk anak-anak yang hobi berenang, lho.

Lokasi: Waisai, Raja Ampat, Papua Barat

Jam operasional: setiap hari pukul 08.00-17.00 WIT

Pantai Arborek

Pantai Arborek

Sesuai namanya, pantai ini terletak di Pulau Arborek. Jaraknya hanya sejam dari Pulau Waisai, sehingga mudah dijangkau dengan bantuan perahu.

Meski kecil, pantai ini punya beragam aktivitas seru untuk dilakukan, mulai dari menjelajah pantai, snorkeling dan diving, hingga berwisata ke desa warga setempat.

Lokasi: Pulau Arborek, Raja Ampat, Papua Barat

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Pantai Yeben

Pantai Yeben

Pantai Yeben dikenal sebagai salah satu keajaiban di Raja Ampat. Lokasinya yang masih asri dan indah membuat traveler jatuh cinta pada pandangan pertama. Pasir putihnya berpadu harmonis dengan birunya langit dan laut.

Untuk bisa sampai ke Pulau Yeben, kamu harus naik speedboat dari Waisai seharga Rp150-250 ribu. Sesampainya di sana, kamu bisa snorkeling, menjelajah garis pantai, hingga menunggu matahari terbenam.

Lokasi: Pulau Yeben, Raja Ampat, Papua Barat

Jam operasional: setiap hari 24 jam

Pantai Piaynemo

Pantai Piaynemo

Piaynemo terkenal sebagai tempat berfoto karena menawarkan panorama menghadap laut. Wisatawan bisa melihat beberapa pulau kecil di sekitar yang membentuk laguna dengan gradasi warna unik. Saat tiba, wisatawan akan disambut langsung oleh masyarakat lokal yang menjual es kelapa seharga Rp 15.000.

Para pedagang tersebut berasal dari tiga desa di dekatnya, yaitu Desa Saupapir, Desa Pam, dan Desa Saukabu. “Setiap minggu desa-desa tersebut bergantian jualan agar pendapatan sama rata,” tutur Ranny. Lebih kurang sebanyak 320 anak tangga harus dilewati sebelum mencapai puncak Piaynemo. Waktu tempuh sekitar 20 menit. Sepanjang perjalanan, kamu bisa istirahat sejenak sembari menikmati alam di beberapa tempat yang sudah disediakan.

Pantai Saleo

Pantai Saleo

Wisata pantai di Raja Ampat lainnya dan tidak kalah indahnya adalah Pantai Saleo, yang dijuluki sebagai “surga terakhir di bumi” oleh masyarakat setempat. Bukan tanpa alasan, panorama pesisir dengan jajaran pepohonan kelapa membuatnya tampak estetik. Kilauan biru laut pun sangat menakjubkan.

Fasilitas di pantai berpasir putih ini sudah cukup lengkap. Bahkan, sudah ada gazebo yang bisa kamu gunakan untuk bersantai. Ada pula penyewaan sepeda untuk berkeliling.

Wisata Lainnya di Raja Ampat

Wisata di Raja Ampat memang sangat menarik dan selalu penuh tantangan untuk ditelusuri, tidak hanya pantainya bahkan ada beberapa tempat yang bisa dijadikan alternatif kunjungan wisata, yaitu :

Telaga Bintang

Telaga Bintang

Ciri khas dari Telaga Bintang adalah lokasi beberapa pulau kecil di dekatnya yang menciptakan sebuah laguna berbentuk bintang. Kamu bisa lihat pemandangan tersebut dari puncaknya. Bahkan jika air sedang surut, kamu bisa lihat beberapa koral yang menghiasi pasir putih. Jika beruntung, wisatawan bisa melihat penyu atau bayi hiu yang sedang berenang.

Pengunjung obyek wisata Telaga Bintang di Piaynemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, memanfaatkan keindahan alam gugusan gunung-gunung karst dengan berfoto untuk promosi. Selain memiliki keindahan alam laut, kabupaten kepulauan ini juga memiliki pesona daratan yang belum banyak digarap. Potensi yang ditawarkan antara lain pengamatan burung cenderawasih, kakaktua, dan nuri serta trekking cagar alam. “Ke sini dari Piaynemo hanya 5 menit. Lansia disarankan tidak ke sini karena tidak ada tangga kayu, kita pakai karang yang dijadikan pijakan. Tidak boleh pakai sendal.

Untuk menuju puncak, wisatawan akan dibatasi hanya 10 orang saja dalam satu waktu. Saat sampai di atas, waktu hanya dibatasi lebih kurang 30 menit. Apabila Telaga Bintang sedang ramai, waktu untuk melihat pemandangan di puncak hanya 15 menit agar wisatawan lain bisa melihat pemandangan dari sana.

Wayag

Wayag

Berbicara mengenai Raja Ampat tidak dapat lepas dari salah satu ikon dari tempat ini, yakni Wayag. Wayag merupakan jejeran batu karang yang berbalut warna kehijauan yang menyebar di birunya lautan. Panorama yang luar biasa inilah yang menjadikan wisata Raja Ampat mendunia. Berfoto dengan latar belakang gugusan batu karang tentu menjadi hal yang wajib dilakukan.

Meskipun berada disekitar lokasi wisata, keindahan Wayag dan sekitarnya tidak bisa dinikmati oleh semua orang. Karena Guide yang mengantar wisatawan akan menanyakan kondisi fisik pengunjung apakah memiliki riwayat penyakit atau tidak.  Terlebih lagi bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung. Sebab untuk naik ke puncaknya, wisatawan harus melewati bebatuan karena tidak ada tangga kayu. Karena jika terjadi apa-apa pihak pengelola tidak akan menanggung resikonya. Sebab terkadang dilokasi karena saking senangnya, orang lupa kalau mereka dehidrasi, dan lain-lain. Sebaiknya jangan memaksakan diri.

Pemandangan yang ditawarkan Wayag memang tidak kalah indahnya. Namun uniknya, laguna di Wayag itu dijadikan tempat nursing ikan pari Manta. Di sini tidak boleh pakai jet ski, speed boat tidak boleh kencang karena akan menakuti baby manta. Tidak hanya ikan pari manta, Anda juga bisa melihat beberapa penyu yang sedang berenang dari puncak Wayag. Jika menghadap ke arah barat, Pulau Gebe di Maluku Utara juga akan terlihat.

Misool Raja Ampat

Misool Raja Ampat

Menjelajahi keindahan Raja Ampat, tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Misool. Jika Anda sudah mengunjungi tempat ini berarti Anda sudah menyentuh Raja Ampat. Ya, dari sini perjalanan dan petualangan Indonesia Timur Anda bisa dimulai.

Tempat wisata Misool Spot ini merupakan salah satu spot menyelam di Misool. Arusnya cukup besar, namun terdapat beberapa bebatuan yang membentuk bukit untuk dijadikan pijakan. Biasanya ikan pari manta sering terlihat berenang di sekitar bebatuan tersebut. Namun bagi yang suka menyelam tidak boleh lebih dari dua jam, bahkan kalau bisa kurang dari satu jam. Harus gantian agar di satu spot tidak banyak orang, karena kabarnya nanti ikannya malah tidak ada.

Puncak Harpat

Puncak Harpat

Puncak Harfat dia Raja Ampat merupakan salah satu tempat untuk treking di Misool. Sama seperti Piaynemo, ada tangga kayu untuk menuju puncak sehingga aman bagi lansia. Selain menawarkan pemandangan lautan, Puncak Harfat juga memiliki gua yang dihiasi oleh ukiran unik yang terbentuk secara alami. “Ada lafal Allah di dinding gua yang terjadi secara alami.

Nama gua tersebut adalah Gua Keramat karena bagi masyarakat Muslim di Raja Ampat dianggap keramat, pada saat menjelang bulan puasa, masyarakat setempat terkadang mereka bisa mendengar lantunan salawat dan bunyi rebana dari gua tersebut. Untuk menuju ke Gua Keramat, terdapat beberapa aturan yang perlu ditaati. Di antaranya adalah tidak boleh bicara kotor dan tidak perlu berisik.

Jangan lupa sebelum mengunjungi Raja Ampat, pastikan untuk memesan kamar untuk tempat tinggal selama berwisata. Wisatawan dapat memilih resort maupun homestay yang terletak di pinggir pantai untuk tempat menginap.

Untuk menghemat budget, akan lebih baik jika memilih homestay daripada resort. Akan tetapi, tentu saja fasilitas yang diberikan tidak akan semewah resort. Homestay biasanya berbentuk rumah sederhana dan menyatu dengan pemukiman warga. Banyak homestay yang memiliki atap dedaunan dan dinding kayu saja.

Namun jika ingin mendapatkan fasilitas berlebih, tentu saja disarankan untuk memilih resort. Karena resort dibuat dengan gaya yang lebih modern dengan fasilitas lengkap.

Selain itu resort yang terdapat di tempat wisata Raja Ampat ini, biasanya selalu menyediakan fasilitas water sport. Selain di Raja Ampat, Anda juga bisa mendatangi Lombok dan Pangkal Pinang yang memiliki potensi wisata alam yang sama. Nah, jika Anda sudah merencanakan liburan bersama teman-teman, jangan lupa sediakan budget yang cukup serta kondisi fisik yang prima ya, agar bisa menikmati liburan dengan nyaman, selamat berlibur !